Cabang - Cabang Filsafat (Pembagian Filsafat)

              Filsafat merupakan bidang studi sedemikian luasnya sehingga diperlukan pembagian yang lebih kecil lagi. Dalam pembagian tersebut tidak ada tata cara pembagian, sehingga terdapat perbedaan seperti : 
Filsafat dapat dikelompokkan menjadi 4 bidang induk, yaitu:

  • Filsafat tentang pengetahuan, terdiri dari: 
- Epistemologi
- Logika 
- Kritik ilmu-ilmu

  • Filsafat tentang keseluruhan kenyataan, terdiri dari:
- Metafisika umum (ontologi) 
- Metafisika khusus
       (1) Teologi metafisika 
       (2) Antropologi 
       (3) Kosmologi

  • Filsafat tentang tindakan, terdiri dari: 
- Etika 
- Estetika

  • Sejarah filsafat. 
          Pembagian filsafat secara matematis yang didasarkan pada sistematika yang berlaku di dalam kurkulum akademis : 
1.  Metafisika (filsafat tentang hal yang ada)
2. Epistemologi (teori pengetahuan) 
3. Metodologi (teori tentang metode) 
4. Logika (teori tentang penyimpulan) 
5. Etika (Filsafat tentang pertimbangan moral) 
6. Estetika (filsafat tentang keindahan)
           Pembagian filsafat berdasarkan pada struktur pengetahuan filsafat yang berkembang sekarang ini terbagi menjadi tiga bidang, yaitu filsafat sistematis, filsafat khusus, dan filsafat keilmuan.


  • Filsafat sistematis, terdiri dari : 
- Metafisika 
- Metodologi 
- Logika 
- Etika 
- Estetika


  • Filsafat khusus, terdiri dari: 
- Filsafat Seni 
- Filsafat Kebudayaan 
- Filsafat Pendidikan 
- Filsafat Sejarah 
- Filsafat Bahasa 
- Filsafat Hukum 
- Filsafat Budi 
- Filsafat Politik 
- Filsafat Agama 
- Filsafat Kehidupan Sosial 
- Filsafat Nilai


  • Filsafat keilmuan, terdiri dari: 
- Filsafat Matematik 
- Filsafat Linguistik 
- Filsafat Ilmu-ilmu Fisik 
- Filsafat Biologi 
- Filsafat Psikologi 
- Filsafat Ilmu-ilmu Sosial 

           Dalam studi filsafat untuk memahaminya secara baik paling tidak kita harus memahami lima bidang pokok, yaitu :

1.  Metafisika 
        Metafisika merupakan cabang filsafat yang memuat suatu bagian dari persoalan filsafat yang : 
- Membicarakan tentang prinsip-prinsip yang paling universal.
- Membicarakan tentang sesuatu yang bersifat keluarbiasaan (beyond nature)
- Membicarakan karakteristik hal-hal yang sangat mendasar, yang di luar pengalaman manusia (immudiate experience) 
- Berupaya menyajikan padangan yang komprehensif tentang segala sesuatu. 
- Membicarakan persoalan-persoalan seperti : hubungan akal dengan benda, hakikat perubahan, pengertian tentang kemerdekaan, wujud Tuhan, kehidupan setelah mati dan lainnya.
 2. Epistimologi (teori Pengetahuan) 
             Persoalan epistemologi berkaitan erat dengan persoalan metafisika. Bedanya persoalan epistemologi berpusat pada “apakah yang ada?” yang di dalamnya memuat : 
- Problem asal pengetahuan (origin) 
- Problem penampilan (appreance) 
- Problem mencoba kebenaran (verification)
 3. Logika 
             Logika adalah bidang pengetahuan yang mempelajari segenap asas, aturan, dan tatacara penalaran yang betul (correct reasoning). Pada mulanya logika sebagai pengetahuan rasional (episteme). Oleh Aristoteles logika disebutnya sebagai analitika, yang kemudian dikembangkan oleh para ahli Abad Tengah yang disebut logika tradisional. Mulai akhir abad ke 19, oleh George Boole logika tradisional dikembangkan menjadi logika modern, sehingga dewasa ini logika telah menjadi bidang pengetahuan yang amat luas yang tidak lagi semata-mata bersifat filsafati, tetapi bercorak teknis dan ilmiah. 
Logika modern saat ini berkembang menjadi :
- Logika perlambang
- Logika kewajiban 
- Logika ganda-nilai 
- Logika intuisionistik 
- Berbagai sistem logika tak baku
 4. Etika 
              Etika atau filsafat perilaku sebagai satu cabang filsafat yang membicarakan “tindakan” manusia, dengan penekanan yang baik dan yang buruk. Terdapat dua hal permasalahan, yaitu yang menyangkut “tindakan” dan “baik buruk”. Apabila permasalahan jatuh pada ”tindakan” maka etika disebut sebagai “filsafat praktis” sedangkan jatuh pada “baik buruk” maka etika disebut “filsafat normatif”. Dalam pemahaman “etika” sebagai pengetahuan mengenai norma baik buruk dalam tindakan mempunyai persoalan yang luas. Etika yang demikian ini mempersoalkan tindakan manusia yang dianggap baik yang harus dijalankan, dibedakan dengan tindakan buruk/jahat yang dianggap tidak manusiawi. Sejalan dengan ini, etika berbeda dengan “agama” yang di dalamnya juga memuat dan memberikan norma baik buruk dalam tindakan manusia. Karena, etika menghandalkan pada rasio semata yang lepas dari sumber wahyu agama yang dijadikan sumber norma Illahi, dan etika lebih cenderung bersifat analitis daripada praktis. Sehingga etika adalah ilmu yang bekerja secara rasio. Sementara dari kalangan non-filsafat, etika sering digunakan sebagi pola bertindak praktis (etika profesi), misalnya bagaimana menjalakan bisnis yang bermoral (dalam etika berbisnis).
 5. Sejarah filsafat 
             Sejarah filsafat adalah laporan suatu peristiwa yang berkaitan dengan pemikiran filsafat. Biasanya sejarah filsafat ini memuat berbagai pemikiran kefilsafatan (yang beranekaragam) mulai dari zaman pra-Yunani hingga zaman modern. Juga dengan mengetahui pemikiran filsafat para ahli pikir (filosof) ini akan didapat berbagai ragam pemikiran dari dahulu hingga sekarang. Di dalam sejarah filsafat akan diketahui pemikiran-pemikiran yang jenius hingga pemikiran tersebut dapat mengubah dunia, yaitu dengan ide-ide/gagasan-gagasan yang cemerlang. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sarana Berpikir Ilmiah