Monday, December 7, 2015

kearifan lokal : Batu Goong Saksi Penyebaran Islam di Kaduguling Pandeglang

Batu Goong Saksi Penyebaran Islam di Kaduguling Pandeglang
Oleh : Egha Alifa Putra
            Batu Goong adalah sebuah batu yang berbentuk gong dengan berbagai ukuran, batu goong sendiri berfungsi sebagai tempat duduk oleh para biksu, karena berbentuk tepat duduk. Batu goong sendiri terletak di kampung kaduguling, desa sukasari, kec. Jiput pandeglang Banten. Sedikit sekali orang yang mengetahui situs punden berundak batu goong ini, hal ini karena batu goong sendiri terdapat di atas bukit Kaduguling, yang jarang orang mengakses tempat tersebut.

jurnal : Degradasi Nilai Etika Serta Nilai Moral Akibat Media sosial

Degradasi Nilai Etika Serta Nilai Moral Akibat Media sosial
Egha Alifa Putra

Abstrak
Media Sosial sangat familiar didengar pada zaman teknologi ini, bahkan hampir tiap orang memiliki media sosial. Media sosial memang memiliki manfaat yang besar, dapat mendekatkan yang jauh, memudahkan yang sulit, serta mempertemukan yang harusnya tidak bertemu. Seperti belati yang bermata dua, media sosial juga memiliki sisi buruk yang cenderung menjebak pengguna media sosial kedalam penurunan nilai etika serta nilai moral. Tidak jarang sisi buruk tersebut tercermin dalam kehidupan nyata pengguna media sosial, jika hal tersebut dibiarkan akan terciptanya kerusakan etika serta moral masyarakat.
Kata kunci: Media Sosial, Etika, Moral

Wednesday, December 2, 2015

Peran Logika Dalam Filsafat

Logika adalah sarana untuk berpikir sistematis, valid dan dapat dipertanggungjawabkan karena itu , berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan berpikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar daripada satu.

Pandangan tentang Eksistensi

Kierkegaard mengawali pemikirannya bidang eksistensi dengan mengajukan pernyataan ini; bagi manusia, yang terpenting dan utama adalah keadaan dirinya atau eksistensi dirinya. Eksistensi manusia bukanlah statis tetapi senantiasa menjadi, artinya manusia itu selalu bergerak dari kemungkinan kenyataan. Proses ini berubah, bila kini sebagai sesuatu yang mungkin, maka besok akan berubah menjadi kenyataan. Karena manusia itu memiliki kebebasan, maka gerak perkembangan ini semuanya berdasarkan pada manusia itu sendiri. Eksistensi manusia justru terjadi dalam kebebasannya. Kebebasan itu muncul dalam aneka perbuatan manusia. Baginya bereksistensi berarti berani mengambil keputusan yang menentukan bagi hidupnya. Konsekuensinya, jika kita tidak berani mengambil keputusan dan tidak berani berbuat, maka kita tidak bereksistensi dalam arti sebenarnya.

Kierkegaard membedakan tiga bentuk eksistensi, yaitu estetis, etis, dan religius.

Ciri Aliran Eksistensialisme

Eksistensialisme merupakan gerakan yang sangat erat dan menunjukkan pemberontakan tambahan metode-metode dan pandangan-pandangan filsafat barat. Istilah eksistensialisme tidak menunujukkan suatu sistem filsafat secara khusus. Meskipun terdapat perbedaan-perbedan yang besar antara para pengikut aliran ini, namun terdapat tema-tema yang sama sebagai ciri khas aliran ini yang tampak pada penganutnya. Mengidentifikasi ciri aliran eksistensialisme sebagai berikut :

Hakikat dan Latar Belakang Lahirnya Eksistensialisme

Hakikat Eksistensialisme
Kata Eksistensialisme berasal dari kata eks = keluar, dan sistensi atau sisto = berarti, menempatkan. Secara umum berarti, manusia dalam keberadaannya itu sadar bahwa dirinya ada dan segala sesuatu keberadaannya ditentukan oleh akunya. Karena manusia selalu terlihat di sekelilingnya, sekaligus sebagai miliknya. Upaya untuk menjadi miliknya itu manusia harus berbuat menjadikan - merencanakan, yang berdasar pada pengalaman yang konkret.

How To Solve it - G Polya

Yosh hari ini sangat menarik, pembahasan mengenai "How to Solve it" yang di cetuskan oleh G Polya. Apasih itu?, kita sebagai man...